Hallooo, udah lama banget gak nulis blog tentang liburan, karna emang gak pernah liburan. Kali ini aku dapat kesempatan buat liburan ke Pulau Bali dan Pulau Nusa Penida bareng Dea, temen STM aku. Kami merencanakan liburan ini selama 1 bulan dan akhirnya betul-betul terealisasi hahaha. Perjalanan kali ini agak over budget dan agak kurang sesuai itenenary, but its ok, namanya juga liburan pasti ada aja dramanya hahaha. Yuk langsung aja aku mulai...
 |
| Foto disini biar kaya orang-orang |
Minggu, 28 Mei 2023
Aku berangkat dari Stasiun Lempuyangan menuju Stasiun Ketapang dengan KA Sri Tanjung dengan harga tiket 94.000. Aku berangkat sendiri dari St. Lempuyangan dan baru ketemu Dea di St. Purwosari. Perjalanan ditempuh dengan waktu 13 jam. Sebenernya gak capek-capek banget cuma pegel aja duduk segitu lamanya dengan kereta ekonomi subsidi hahaha. Jam 07.00 kereta berangkat dan nanti bakal berhenti selama 30 menit di St. Surabaya Kota ketika jam makan siang, jadi bisa dimanfaatkan untuk sholat dan cari makan siang di dalam stasiun, disana ada yang jual nasi bungkus gitu. berhenti cukup lama karena harus muter lokomotif, jadi yang tadinya dapet kursi mundur nanti jadi kursi maju, begitu juga sebaliknya.
 |
| Stasiun Ketapang |
Jam 20.00 lebih akhirnya sampai di St. Ketapang. Selanjutnya kami cari makan yang sekiranya harganya masuk akal. Beruntung nemu warung nasi goreng ketika jalan ke arah pelabuhan. Gatau nama warungnya apa karena gak ada di map, tapi harganya 1 porsi 12.000 saja dan untuk rasa okelah. Oh iya jarak St. Ketapang dan Pelabuan Ketapang itu cuma sekitar 200an meter jadi cukup jalan saja gak cape kok. Setelah makan kami lanjut jalan ke Pelabuhan Ketapang. Untuk tiket naik kapal bisa dibeli melalui aplikasi Ferizy dengan harga 11.000an/orang.
Sampai Pelabuhan kami cetak tiket dan masuk ke wilayah Pelabuhan, kemudian mampir sholat dulu. Setelah itu rencana kami mau bersantai dulu karna waktunya masih cukup lama dengan keberangkatan bus yang sudah kami pesan. Tapi ketika menunggu bertemu dengan staff ASDP dan sedikit ngobrol dan bapaknya merekondasikan kapal yang bagus, waktu ini kapalnya sedang unloading dan setelah itu lanjut lagi buat nyebrang lagi. Jadi akhirnya kami tertarik pakai kapal itu, karena gak semua kapal interiornya bagus. Dan di ruang tunggu sangat sepi, gaka ada 1pun orang menunggu kapal.
 |
| Pelabuhan Ketapang |
Jam 22.00 kapal mulai berangkat, tapi waktu itu ombaknya cukup gede, karna aku adalah pemabok, akhirnya jackpot juga hahaha. Semua isi perut keluar semua waktu kapal mulai bersandar di Bali. Jadi pesan moralnya buat para pemabok jangan makan banyak-banyak deh kalo mau naik kapal wkwkwk. Tapi waktu itu emang ombaknya gede banget, sepanjang perjalanan udah kaya naik ayunan terus. Ini sambil nulis sambil mual juga keinget waktu itu hahahaa. Perjalanan nyebrang pakai kapal ditempuh sekitar 1 jam. Sampai Bali sekitar jam 00.00 WITA.
Senin, 29 Mei 2023
Karena sampai Pelabuhan Gilimanuk masih jam 00.00 WITA, sementara kami booking bus jam 02.00, jadi kami menunggu cukup lama di pelabuhan. Untuk menuju Denpasar kami booking Bus Sehati melalui WA, Tapi kemaren agak kurang beruntung karena dapet admin yang kurang komunikatif. Untuk jam dan no. WAnya bisa langsung cek di instagramnya. Kami bayar 55.000/orang. Pembayaran bisa cash atau QRIS. Ketika menjelang waktu keberangkatan bus, nanti driver bakal menghubungi.
Jam 02.00 bus berangkat menuju Terminal Ubung. Perjalanan ditempuh selama 3.5 jam. Lumayan buat tidur sejenak karna perjalanan kami masih jauh. Untuk kondisi busnya sendiri tergolong dalam bus yang cukup tua, tapi cukup nyaman untuk tidur asalkan membawa bantal leher.
Jam 05.30 kami sampai di Terminal Ubung. Kemudian kami melanjutkan perjalanan dengan bus Trans Metro Dewata dengan tujuan Halte Matahri Terbit 1. Untuk harga tiket sebesar 4.400 bisa bayar dengan QRIS atau tap uang elektonik. Perjalanan ditempuh sekitar 1 jam. Sampai di halte kami lanjut berjalan menuju tempat penukaran tiket fastboat. Kami menggunakan Fastboat Idola Express yang dipesan melalui shopee, ada banyak pilihan fastboat dengan harga yang beragam. Kami dapat dengan harga 140.000 PP/orang.
 |
| Perjalanan dengan bus Trans Metro Dewata |
Jam 08.30 fastboat berangkat dari Pelabuhan Sanur menuju Pelabuhan Banjar Nyuh. Perjalanan laut sekitar 1 jam. Dan lagi-lagi kena jackpot, mabok lagi karna bener-bener dipontang-panting wkwkwk. Bener-bener gak berfungsi obat maboknya. Sekitar jam 09.30 boat bersandar, kami langsung menghubungi rental motor yang sudah kami booking. Kami harus berjalan untuk menuju tempat rental dengan mendorong koper dan jalanan tanah, jujur capek wkwkwk. Kami booking motor vario 125 dengan harga 75.000, tapi tiba-tiba mbanya bilang motornya baru dipakai jadi dikasih motor beat kalau mau sorenya bisa balik lagi buat nuker motor. Tapi ini sungguh zonk sekali, motor tidak sesuai ekspektasi, motor sudah bobrok dan plat mati. Dan parahnya lagi mba nya nyoba bantuin masukin koperku ke bagian motor depan eh malah koper aku pecah huhuhuhuuu. Dan baru sadar setelah beberapa hari. Karena motornya zonk, aku gak cantumin link pemesanannya yaa.
 |
| Dermaga Pelabuhan Sanur |
Setelah itu kami langsung menuju penginapan Deva Devi Beach Inn. Sebelumnya kami sudah booking melalui agoda dengan harga 118.000/malam. Dengan harga segitu sangat worth it dengan fasilitas yang disediakan, dan tempatnya ada di depan pantai langsung. Tapi ada beberapa minusnya yaitu TV tidak bisa dinyalakan, pintu kamar mandi hanya menggunakan tirai dan tidak bisa ditutup sempurna. Perjalanan dari pelabuhan ke penginapan sekitar 8 km tapi viewnya sangat epic karna melewati samping pantai yang biru.
 |
Interior Deva Devi Beach Inn
|
Sampai di penginapan kami rebahan dulu, terus mandi dan cari makan. Untungnya kami bisa early check in, karna harusnya kami bisa check in setelah jam 14.00 tapi kami bisa masuk jam 10.00an. Kami membeli makan nasi padang dengan lauk ayam bakar seharga 22.000, untuk rasa lumayan enak karna susah nyari makan yang cocok. Kami bawa ke penginapan dan makan di penginapan.
Setelah selesai rebahan, makan, sholat. Kami memulai eksplor Pulau Nusa Penida. Dimulai dengan mengisi bensin di SPBU Pertamina seharga 20.000. Ini ternyata sudah bisa untuk mengeksplor tempat-tempat yang kami inginkan. Untuk jalanan di Nusa Penida sudah beraspal namun cukup kecil dan memiliki kontur berbukit.
Penginapan kami ada di wilayan utara Pulau Nusa Penida, kami memulai kearah timur terlebih dahulu menuju Diamond Beach. Perjalanan ditempuh dengan jarak sekitar 20km selama 1 jam. Sempet ada kejadian motor tiba-tiba mogok ketika jalan menanjak dan berbelok. Dan tidak bisa distarter, sempet panik karena jalanan sepi dan tidak ada pemukiman, setelah dicoba diengkol akhirnya beat bobrok ini bisa hidup kembali. Tiket masuk Diamond beach 25.000/orang dan parkir motor 5.000. Sebenarnya tempat ini bisa untuk main air tapi harus menuruni banyak anak tangga, dan kami harus save tenaga karena masih banyak tempat yang harus kami datangi.
 |
| View Diamond Beach |
Setelah cukup puas di Diamond beach, kami melanjutkan perjalanan menuju Kelingking Beach. Letak Kelingking Beach ada di barat daya Pulau Nusa Penida. Ditempuh dengan jarak lebih dari 25km selama lebih dari 1 jam. Untuk tiket masuknya cukup bayar 5.000 untuk 1 motor. Sama seperti Diamond Beach, ada tempat untuk main air tapi harus menuruni anak tangga yang banyaak, jadi nggak dulu.
 |
| View Kelingking Beach |
Lanjut ke Broken Beach, dari Kelingking beach perjalanan sekitar 30 menit dengan jarak sekitar 8km. Tiket masuk 5.000/motor, saat itu sudah sudah cukup sore jadi tempatnya sudah agak sepi. Dan itu sangat menguntungkan, jadi bisa foto-foto bebas, tapi tetep aja bocor wkwk. Kalau tempat ini tidak bisa untuk main air, karena hanya berbentuk tebing saja. Tapi kami dapat sunset yang cukup bagus. Tempat ini sebenarnya 1 wilayah dengan Angel's Billabong tapi karena sudah cukup sore dan sudah lelah kami tidak mengunjunginya.
 |
| View Broken Beach |
 |
| Sunset di Broken Beach |
Jam 18.00 kami memutuskan untuk pulang ke penginapan dengan jarak sekitar 21km dengan waktu tempuh 1 jam. Sebenernya agak was-was pulang gelap, karena jalan sangat sepi, pencahayaan minim, dan hanya sesekali melewati pemukiman warga. Sebelum pulang kami mampir ke Night Market untuk makan malam yang gak jauh dari penginapan. Disini ada banyak pilihan makanan dari yang halal sampai nonhalal. Dan aku mencoba soto lamongan dengan harga 25.000, yang cukup enak tapi ekspektasiku lebih dari itu. Setelah makan kami pulang ke penginapan.
 |
Soto Lamongan di Nusa Penida
|
Selasa, 30 Mei 2023
Paginya kami jalan-jalan di pantai sekitar penginapan, sebenernya bukan tempat wisata tapi cukup bagus warna air pantainya, bahkan ada spot dimana kita bisa melihan terumbu karang secara langsung. Mungkin tempat ini juga bisa untuk melihat sunrise, tapi kami males bangun pagi hehehee.
 |
| Sunset yang terlambat |
 |
| Pantai di depan penginapan |
 |
| Terumbu karang |
Setelah puas jalan pagi, kami packing bersiap-siap nyebrang ke Pulau Bali lagi. Kami menggunakan boat yang sama seperti saat kami berangkat. Kami menyebrang jam 09.30 sampai Pelabuhan Sanur jam 10.30. Saat pulang penumpang cukup lengang. dan terjadi babak jackpot lagi, tapi kali ini keluarnya pas udah di toilet Pelabuhan Sanur wkwkwkwk, derita orang pemabok, so saddd. Saran kalau mau naik fastboat lebih baik ambil tempat duduk di belakang supaya goncangannya tidak terlalu parah dibanding depan. tapi tetep aja ogut mabok wkwkwkwk.
Sesampainya di Pulau Bali kami istirahat sejenak, dan kami memutuskan untuk makan di
Warung Mak Beng, untuk menuju Warung Mak Beng cukup jalan 300m saja dari Pelabuhan Sanur. Warung ini hanya menjual ikan laut goreng dan kuah saja yang kata orang tiap hari ikannya bisa berubah-ubah tergantung ketersediaan. Dan aku adalah orang yang gak suka ikan laut, tapi jujur ini enak banget, gak ada rasa anehnya sama sekali. Untuk warga Jogja mungkin harga disini agak lebih mahal yaa, tapi worth it.
 |
| Menu di Warung Mak Beng |
Setelah selesai makan kami menunggu motor yang sudah kami booking di
pakegoo. Ini cukup rekomended sih rental motor di pakegoo, motornya juga masih bagus dan harganya dibawah rata-rata. Kami pesan motor Scoopy tahun 2020 dengan harga 75.000/hari. Setelah motor diantar kami langsung menuju ke
Hotel Pop Legian, ditempuh dengan jarak 16km selama 40 menit. Karena hotel ini ada di wilayah Kuta jadi aksesnya memang cukup sulit karena jalan yang sempit dan ramai. Aku booking hotel ini di agoda dengan harga 230.000/malam. Sebenarnya kami sebelumnya sudah booking penginapan lain, tapi karena ragu dengan pelayanannya akhirnya aku cancel dan memilih hotel yang sudah pasti aman.
 |
| Interior kamar Hotel Pop |
Review sedikit tentang Hotel Pop ini. Kalau untuk staffnya emang ramah-ramah banget. Tapi kemarin dapat kamar yang ACnya berbunyi dan suaranya cukup nyaring yaa, terus kami lapor ke resepsionis, gak lama teknisi dateng buat ngecek, tapi ternyata gak bisa dibenerin dan terpaksa harus menerima dengan lapang dada. Dan untuk pintu kamar mandi gak bisa tertutup dengan sempurna. Ada refill air minum gratis. Tapi overall cukup nyaman diluar suara AC yang berisik itu.
Karena hotelnya dekat dengan Pantai Kuta, sorenya kami jalan menuju Pantai dengan jarak sekitar 600m. Setelah itu jalan-jalan aja ke Beach Walk, walaupun gak mampu beli apa-apa disini hahahaa. Setelah itu kami balik lagi ke Hotel dan kami pergi ke
Warung Tempong Pink dengan motor. Rencana ingin makan di tempat, tapi ternyata ramai sekali, akhirnya ditakeaway. Kami datang diatas jam 19.00 dan ternyata sudah beberapa lauk yang habis. Jujur ini sambalnya juara bangeet, nagih sih sambalnya.
 |
| Nasi tempong udang |
Rabu, 31 Mei 2023
Keesokan harinya kami berencana pergi ke
Kebun Raya Bedugul. Sebelumnya kami mampir makan siang dulu di
Warung Mek Juwel di daerah Ubud. Perjalanan ditempuh lebih dari 1 jam dengan jarak 28km dari hotel. Untuk harga makanannya 25.000/porsi. Tempatnya ada di tengah pedesaan, vibes Bali sangat terasa. Rasa makanannya sendiri menurut aku unik, karena sebelumnya belum pernah makan dengan rasa seperti itu. Tapi enaaak sih, pengen lagi kalau ke Bali lagi.
 |
| Nasi ayam Mek Juwel |
Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju Kebun Raya. Perjalanan ditempuh sekitar 1.5 jam dengan jarak 42km dengan medan yang menanjak dan suhu yang cukup dingin. Karena kami datang waktu weekdays tiket masuknya sebesar 30.000/orang dan parkir motor 5.000/motor. Sayangnya ketika kami datang kami berbarengan dengan anak-anak yang sedang study tour dan outbond, jadi suasananya sangat ramai sekali. Tapi tempatnya sangat bagus untuk berfoto. Ada spot dimana kita bisa melihat Danau Bedugul.
 |
| suka-suka aku ajalah posenya hahaha |
 |
| di belakang ada Danau Bedugul |
Setelah puas eksplor Kebun Raya kami melanjutkan perjalanan menuju Danau Bedugul. Kami mampir ke pinggiran Danau Bedugul, sambil menikmati seporsi popmie dengan harga 6.000/cup. Asik banget sih tempatnya, tapi saat kami disana danaunya sudah berkabut dan suhu cukup dingin.
 |
| Popmie di Bedugul |
Sekitar jam 16.00 kami melanjutkan perjalanan pulang. Perjalanan kali ini harus ditempuh sepanjang lebih dari 60km wkwkwk. Sumpah jauh banget sampe pegel, tapi untungnya jalannya menurun, jadi gak begitu effort ngegasnya. Sebelum kembali ke hotel kami melipir beli makan buat malam harinya. Kami pergi ke
Nasi Ayam Bu Oki. Karena sudah menjelang malam, jadi lauknya pun sudah tidak lengkap, kamipun tidak kebagian sate lilit. Satu porsinya dihargai 15.000, tapi sepertinya jika lauknya lengkap harganya berbeda. Kami membeli untuk dibawa pulang, untuk tempatnya sendiri tergolong cukup sempit. Rasanya hampir sama seperti Mek Jewel punya, tapi menurutku lebih enak Mek Jewel, atau mungkin karena di Mek Jewel dimakan langsung dan lauknyapun lengkap.
 |
| Penampakan jika dibungkus |
Kamis, 1 Juni 2023
Jadi sebenarnya ditanggal ini adalah hari terakhir kami di Bali, menurut itenerary kami pada kamis malam kami harus pulang dengan bus menuju ke Pelabuhan Gilimanuk dan melanjutkan perjalanan dengan kapal dan kereta. Dan untuk tiket keretanya sendiri sudah kami bayar, dan kursi bus sudah kami pesan. Tapi kami batalkan semua dan kami memutuskan pulang dengan pesawat karena sudah lelah badannya hahahaha. Kami berani berubah haluan dengan pesawat karena ketika cek traveloka harga tiket DPS-YIA hanya 530.000 wkwkwk.
Tapi gak selesai disitu, harusnya kami pesan tiket pesawat untuk hari kamis siang, ternyata kami salah pesan malah dihari jumat 2 Juni 2023. Jadi kami masih punya waktu 1 hari lagi di Bali dan kami belum booking penginapan lagi wkwkwk. Jadi kami harus mencari penginapan lagi untuk 1 malam hahahaha. Dan harus memperpanjang rental motornya yang jatuhnya jadi lebih mahal harga sewanya. Kami salah pesan tanggal karena diingatan kami, kami akan sampai Jogja pada tanggal 2 Juni.
Pagi harinya kami mencari sarapan secara random di map, dan kami menemukan
Soto Ayam Nahkula. Ada banyak menu disana, tapi aku memilih soto ayam, harganya 20.000/porsi, dengan porsi cukup besar untuk sarapan. Rasanya lumayan enak tapi koyanya hanya sedikit, Setelah selesai makan, kami kembali ke hotel untuk packing dan check out.
 |
| Soto Ayam Nahkula |
Setelah check out dari Hotel Pop kami berpindah ke
The Kubu Hotel. Karena kami booking hotel pada saat high season dan last minutes, akhirnya kami memilih hotel ini dengan harga 153.000/malam dengan kipas angin. Kami booking melalui agoda. Karena belum waktu check in akhirnya kami hanya menitipkan koper dan kami lalu pergi ke
Krisna untuk membeli oleh-oleh. Sebenarnya hari itu kami mempunyai banyak waktu luang, dan pada itenerary kami merencakan untuk eksplor pantai daerah selatan Bali. Tapi karna Dea sudah gak kuat pergi jauh, jadi kami gak kemana-mana wkwkwk.
 |
| Interior The Kubu Hotel |
Review dikit tentaang The Kubu Hotel. Untuk lokasinya jujur sangat membungungkan karna jalannya berbelok-belok dan sempit. Mungkin kalau aku gak dikasih map aku gak bakal nemu jalan utama. Untuk kamarnya kami pilih yang pakai kipas angin dengan twin bed. Aku dapat kasur yang pirnya sudah rusak, dipan dan meja seperti jeruji penjara, kipas angin tidak bisa berputar, tidak ada TV, pintu kamar mandi tidak bisa tertutup rapat, dan letak kamar di lantai 3, jadi kalau bawa koper yang sabar aja deh karna harus menaiki anak tangga. Ada balkon yang bisa melihat kolam renang, tersedia wifi juga. Sebenernya kurang worth it dengan harga segitu, tapi ya karna kami booking sangat mendadak jadi ya nerima-nerima ajadeh.
Sorenya kami pergi di daerah Jimbaran untuk makan seafood. Sebelumnya kami pergi ke
Pasar Ikan Kedonganan untuk membeli udang dan cumi yang masih mentah. Kami habis sebesar 78.000 dengan udang 1/4kg dan cumi 1/2kg. Saran aja, jangan lupa membawa cash karena ternyata masih jarang pedagang yang bisa membayar dengan QRIS. Selanjutnya kami
Legong Bumbu Bali untuk memasak seafood kami. Untuk jasa masak dan membeli minuman kami habis 104.000. Cukup mahal bagikuu wkwkwk, tapi bisa makan dengan view pantai dan sunset. Tapi karena kami mungkin kurang agak malem jadi kami sudah selesai makan ketika matahari belum terbenam dan sementara tempat yang kami duduki sudah ada yang akan menempati lagi.
 |
| View ketika makan |
 |
| Cumi goreng tepung dengan jasa masak 40.000/kg |
 |
| Udang bakar dengan jasa masak 15.000/kg |
Jumat, 2 Juni 2023
Hari terakhir di Bali, paginya kami naik motor ke Pantai Kuta lagi. Jalan-jalan saja menelusuri pantai sambil melihat bule-bule surfing. Kemudian pergi ke Circle-K untuk mencari sarapan, aku membeli nasi kari ayam, ternyata kari Jepang dan aku sangat sukaaa dan harganya sekitar 22.000an. Setelah itu kami berkeliling lagi dengan motor menelusuri jalan Kuta-Legian-Seminyak. Kemudian pulang ke hotel dan bersiap-siap pulang ke Jogja.
Siangnya kami mampir ke
Mie Gacoan sambil bawa tas dan koper untuk makan siang dan mengembalikan motor yang kami rental. Kemudian setelah makan dan bertemu dengan mas rental motor kami melanjutkan perjalanan ke airport dengan bus
Trans Metro Dewata. Kami berjalan sedikit menuju halte dan menunggu kedatangan mungkin sekitar 15 menit. Untuk menuju airport hanya berjarak sekitar 3,5km. Untuk pembayarannya sama seperti sebelumnya, cukup 4.400 saja.
Sesampainya di airport kami langsung menuju tempat cetak boarding pass, sebelumnya kami sudah check in melalui aplikasi Traveloka. Seharusnya jadwal boarding kami sekitar jam 16.00 tapi ya biasalah maskapai singa, jadi kami boarding jam 17.00 lebih. Seharusnya kami naik dari gate 5 tiba-tiba dipindah menjadi gate 2, cape juga jalan cepetnya. Tapi keuntungan dari delay ini adalah bisa lihat sunset diatas awan. Uhuuy.
 |
| Spotting pesawat parkir |
 |
| Sunset di langit Jawa |
Sekitar jam 18.30 kami sampai YIA. Sudah gelap jadi gak bisa lihat pemandangan pantai Kulon Progo huhuhu. Setelah itu kami langsung menuju Stasiun Bandara YIA untuk membeli tiket kereta bandara. Untuk harga tiketnya sendiri 20.000. Tiket bisa dibeli langsung di stasiun atau melalui KAI Access. Perjalanan dari Stasiun Bandara menuju Stasiun Yogyakarta ditempuh selama 40 menit. Untuk keretanya sendiri mirip dengan kereta Prameks Yogya-Kutoarjo.
 |
| Interior Bandara YIA |
 |
| Peron Stasiun Bandara YIA |
Dan akhirnya cerita ini selesai sampai disini. Semoga next time punya kesempatan eksplor tempat lain lagi. Ngumpulin duit banyak-banyak dulu deh hahahahaa. Tapi Bali suasananya sungguh asyik, aku pengen dateng ke Bali lagi, masih banyak tempat yang belum didatangi, Kayanya gak bakal bosen deh ke Bali berkali-kali. See u Baliiiii...
Komentar